Rabu, 05 Desember 2012

Filled Under: , ,

Bahaya Lingkungan Bising Pada Pendengaran

Share

Apa yang dimaksud dengan bising (noise)?
Bising adalah bunyi atau suara yang tidak diinginkan atau tidak dikehendaki. Apakah musik juga merupakan bising? Umumnya music adalah suara yang dikehendaki pendengarnya, namun bila suara musik terlalu keras melampaui batas ambang pendengaran apalagi berlangsung cukup lama dan berulang-ulang juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Dalam bidang ini pemerintah telah membuat peraturan untuk melindungi para pekerja terhadap dampak negative bising. Namun ternyata dampak yang merugikan tidak hanya terjadi pada lingkungan kerja namun juga dapat dialami oleh masyarakat luas seperti pada aktifitas berikut ini :
·         Olahraga : menembak, power boating, balap motor.
·         Rekreasi / hiburan : café, karaoke, konser music, terutama music klasik, rock.
·         Mendengar music melalui alat pemutar rekaman, walkman, CD/mp3 player, IPOD
·         Alat rumah tangga: hair dryer, blender, mixer, food processor, vacuum cleaner, dll
·         Mainan/permainan anak
Adalah suatu kenyataan bahwa dalam kehidupan sehari-hari ketika dikelilingi oleh berbagai macam sumber bunyi mulai dari hair dryer, bising lalu lintas, bising di tempat kerja, bising alat dapur dan pembersih ruangan maupun bising saat rekreasi.
Dampak negatif bising terhadap pendengaran umumnya tidak disadari karena gangguan pendengaran tidak biasanya terjadi seketika namun biasanya berangsur-angsur. Pada awalnya hanya mengenai nada tinggi saja, belum mengenai area percakapan manusia.

DAMPAK BISING TERHADAP KESEHATAN UMUM
Bising yang kita dengar mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan baik secara umum maupun pada pendengaran .
Dampak bising terhadap kesehatan umum
Suara bising yang melampaui ambang pendengaran untuk waktu yang cukup lama dan berulang-ulang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti,
·      Stress : peningkatan hormon stress yaitu nor-epineprin dan cortisol menyebabkan perubahan irama jantung dan tekanan darah
·          Hipertensi
·          Penyakit Kardiovaskular
·          Gangguan tidur
·          Lahir dengan berat badan rendah/ lahir prematur.

Dampak bising terhadap pendengaran
            Bagian telinga yang menerima dampak langsung bising adalah koklea (rumah siput). Dalam kondisi normal, koklea berperan sebagai sensor suara yang masuk ke telinga kemudian mengatur dan mendistribusikannya berdasarkan tinggi rendahnya nada untuk diteruskan ke saraf pendengaran sebelum menuju ke otak. Fungsi koklea lainnya adalah mengubah energi listrik agar dapat berjalan di saraf pendengaran.
bagian-bagian  koklea yang mengalami kerusakan akibat pengaruh dari luar termasuk akibat bising maupun obat-obatan. Penyakit-penyakit metabolik seperti kencing manis (diabetes), kelainan aliran maupun sumbatan pembuluh darah juga akan menyebabkan kerusakan pada koklea. Kelainan yang terjadi pada koklea umunya pada sel-sel rambut luar (Outer Hair Cell). Kerusakan bersifat sementara (Temporary Threshold Shift) yang akan pulih bila telinga diistirahatkan dari suara bising. Namun kerusakan juga dapat bersifat menetap (Permanent Threshold Shift) dan tidak dapat diperbaiki lagi. Resiko kerusakan koklea juga akan meningkat bila penderita sering mengkonsumsi obat yang bersifat ototoxic seperti Streptomisin, Kina, Antibiotika golongan makrolid dan aspirin (obat penurun panas).


Berapakah batas aman kekerasan bunyi?
            Menurut Occupational Safety And Health Administration (OSHA), batas aman terhadap bising adalah 85 desibel (dB)/24 jam. Sebagai perbandingan, kekerasan bunyi yang berasal dari alat pengering rambut (hair dryer) sekitar 95 dB. Bila kita ingin menikmati suara yang lebih keras dari batas aman (85 dB) maka jumlah waktu yang diperbolehkan harus dikurangi. Setiap penambahan 3 dB diatas batas aman (85 dB) maka waktu pajanan yang masih aman berkurang menjadi separuhnya (12 jam). Ketentuan  ini dikenal sebagai 3 dB Doubling Rate.
Gejala gangguan pendengaran akibat bising
·           Pendegaran berkurang (berangsur-angsur)
·           Telinga berdenging (Tinnitus)
·           Sulit memahami percakapan dengan kekerasan biasa (percakapan normal)
·           Distorsi kualitas suara

Bising dari alat pemutar rekaman
            Saat ini ancaman lain untuk pendengaran anak dan remaja adalah penggunaan alat pemutar rekaman seperti walkman, MP3 player, CD player, dan IPOD yang memiliki volume maksimum antara 100-115 dB. Pengguna alat pemutar ini menerima kekerasan suara musik secara efisien dan langsung ke dalam telinga melalui Earphone tanpa mengganggu lingkungannya. Keunggulan dari teknologi tersebut yang membuat si pengguna merasa nyaman, namun dari kenyamanan itu menyebabkan waktu paparan bising bertambah lama sehingga resiko gangguna pendengaran menjadi lebih besar.
Volume yang ideal untuk mendengara musik dari alat pemutar rekaman adalah 60% dari volume maksimum untuk penggunaan total 60 menit/hari. Bila menggunakan lebih dari 60% volume maksimum, waktu penggunaan harus kurang dari 1 jam/hari.   

0 komentar:

Posting Komentar