Jumat, 30 November 2012

Filled Under: , , , ,

Pemeriksaan pendengaran

Share
pemeriksaan pendengaran
Pemeriksaan fungsi pendengaran berkembang sangat pesat dan sangat membantu dalam proses diagnosa gangguan pendengaran pada bayi dan anak. Secara kasar kita sebagai orang tua dapat mencurigai adanya masalah pendengaran pada bayi atau anak kita. Kurangnya respon anak terhadap suara disekitarnya atau keterlambatan bicara adalah hal yang sering membuat orang tua berkonsultasi lebih lanjut pada dokter ahli THT.
Fungsi pendengaran memang sangat erat hubungannya dengan proses belajar bicara karena kita belajar bicara dengan cara meniru suara yang kita dengar bukan? Sebenarnya bila orang tua dapat mendeteksi sedini mungkin kelainan pada organ pendengaran buah hatinya, terapi dapat dimulai sesegera mungkin sehingga diharapkan hasilnya juga maksimal. Sangat disayangkan bila gangguan pendengaran ini sudah sempat menimbulkan komplikasi seperti keterlambatan bicara.
Gangguan pendengaran derajatnya sangat bervariasi dari ringan, sedang, berat, sampai sangat berat. Pada gangguan yang ringan mungkin tidak sampai mengganggu proses bisara anak, tapi waspadai bila anak selalu berbicara dengan keras atau sulit mendengar di suasana yang ramai seperti mall. Mungkin anak mengalami gangguan pendengaran derajat sedang. Anda juga perlu mengamati fungsi pendengaran anak setelah anak menderita congek/radang telinga tengah.
Jenis Pemeriksaan Fungsi Pendengaran
Sebagaimana telah disebutkan di atas saat ini telah banyak metode untuk mendiagnosa gangguan pendengaran. Berapapun usia anak anda, diagnosa dapat ditegakkan melalui jenis pemeriksaan yang sesuai untuk usia anak. Anggapan bahwa kita harus menunggu sampai anak bisa merespon perintah secara lisan untuk mendiagnosa gangguan pendengaran sudah bukan zamannya lagi.
Pertama-tama dokter akan melakukan anamnesa lebih mendalam mengenai hal-hal berkaitan dengan fungsi pendengaran anak. Bagaimana respon anak terhadap suara di sekitarnya dan bagaimana perkembangan kemampuan berbicara anak. Anak yang hanya bisa berteriak melengking dengan bunyi vocal biasanya menderita gangguan pendengaran derajat berat sejak lahir. Selanjutnya dokter akan menyarankan pemeriksaan yang tepat. Berikut beberapa jenis pemeriksaan yang dapat anda pertimbangkan sesuai dengan kondisi atau usia anak.
1) Test Pendengaran yang Bersifat Subyektif
Dasar test ini adalah menilai respon perilaku anak terhadap rangsangan suara/bunyi. Terdapat standard rangsangan suara atau bunyi yang diberikan pada anak.
  • BOA (Behavioral Observation Audiometry)
  • VRA (Visual Re-Inforcement Audiometry)
  • Play Audiometry
2) Test Pendengaran yang Bersifat Obyektif
Menggunakan peralatan khusus yang dapay menilai fungsi pendengaran dengan lebih teliti. Kendalanya alat ini tidak dimiliki oleh semua fasilitas kesehatan dan biayanya relatif mahal. Contohnya:
  • ASSR (Auditory Steady State Response)
  • ABR (Auditory Brainstem Response)
  • OAE (Otoacoustic E Steadymission)
Dengan pemeriksaan yang teliti dapat ditegakkan diagnosa derajat gangguan pendengaran yang dialami anak anda dan penyebabnya. Diagnosa ini akan menjadi dasar dalam proses pemilihan terapi yang tepat untuk anak. Itu sebabnya kita sebagai orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang pemeriksaan fungsi pendengaran.
pemeriksaan fungsi pendengaran, pemeriksaan fungsi pendengaran pada bayi dan anak, gangguan pendengaran pada bayi dan anak, tes pendengaran

0 komentar:

Posting Komentar