Interton

Essential Hearing.

Interton TV Streamer

Enjoy a great TV experience with Interton wireless TV Streamer.

Better Hearing Indonesia

Better Hearing For a better quality of life...

Better Hearing Indonesia

get clear hearing for a better life..

Nano Coating

Maximum protection from sweat and humidity.

Senin, 22 September 2014

Promo Akhir tahun


Keluarga anda ada yang Sulit mendengar.. ?
anak anda terlambat berbicara???

Gunakan Segera Alat Bantu Dengar Super Power...
Gain 3..

- Perkerasan suara maksimal, hingga 144dB SPL
- 2 mic, Membuat suara percakapan terdengar lebih jelas
- 9 Channel, Untuk kualitas suara yang lebih jernih
- Feedback manager, Melindungi anda dari suara denging
- Nano Coating, Lapisan pelindung terhadap kelembapan
- Frequency shifting membantu anda mendengar kembali suara-suara yang hilang di frekuensi tinggi
- Garansi 3 Tahun service (2 Tahun garansi Full sparepart)

DAPATKAN MANFAAT LEBIH SAAT MENGGUNAKAN ALAT BANTU DENGAR
DAPATKAN PROMO AKHIR TAHUN
untuk konsultasi Hubungi Kami segera :
 BEKASI 021 8835 9282



Rabu, 17 September 2014

Kehilangan Pendengaran: Penyebab dan Gejalanya


Penyebab dan Gejala Gangguan Pendengaran
Bagi orang yang mengalami gangguan pendengaran parah, dunia adalah tempat yang sangat tenang. Percakapan memudar menjadi terdengar seperti bisikan dan musik menjadi samar-samar seperti bergumam.
Siapapun yang mengalami gangguan pendengaran parah atau cukup berat akan mengetahui bagaimana kondisi tersebut dapat mengisolasi mereka. Bila Anda tidak bisa mendengar, maka Anda tidak dapat mengambil bagian dalam percakapan, Anda tidak bisa lagi menjadi peserta aktif dalam dunia di sekitar Anda.
Diagnosis dan pengelolaan gangguan pendengaran  secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup Anda. Segera setelah Anda mulai mengalami tanda-tanda gangguan pendengaran, kunjungi dokter Anda untuk evaluasi.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari penyebab dan jenis gangguan pendengaran yang parah, dan apa tanda-tanda untuk diperhatikan sehingga Anda dapat mendapatkan pertolongan dokter secepat mungkin.
Tanda-tanda Gangguan Pendengaran Parah
Jika Anda kehilangan pendengaran, baik tiba-tiba atau dari waktu ke waktu, Anda akan mengalami kesulitan dalam menyimpulkan isi percakapan. Suara akan menjadi teredam dan secara perlahan memudar.
Tergantung pada penyebab gangguan pendengaran Anda, Anda juga mungkin mengalami:
  • Nyeri pada satu atau kedua telinga
  • Pusing, vertigo
  • Dering di telinga (tinnitus)
  • Tekanan atau terasa penuh pada satu atau kedua telinga
Seringkali, orang-orang dengan gangguan pendengaran berat menjadi anti-sosial karena mereka malu untuk meminta keluarga dan teman-teman untuk mengulang apa yang mereka katakan.
Menentukan Tingkat Gangguan Pendengaran
Dokter Anda mungkin akan melakukan tes pendengaran yang disebut audiogram. Dokter menentukan tingkat gangguan pendengaran dengan melihat berbagai desibel (dB) – ukuran intensitas suara – yang dapat Anda dengar. Orang dengan pendengaran sempurna dapat mendengar suara dari semua intensitas yang berbeda. Orang dengan gangguan pendengaran yang parah hanya dapat mendengar suara sangat keras.
Pendengaran normal dianggap berada di kisaran 0 sampai 15 dB – yang menunjukkan intensitas paling lembut di mana suara dapat terdengar. Orang dengan pendengaran normal mampu membedakan suara yang samar seperti hembusan nafas manusia, yang berkisar 10 dB.
Kehilangan pendengaran ringan berada dalam kisaran 26 sampai 40 dB, dan rentang kehilangan pendengaran sedang berada pada kisaran 41-55 dB. Gangguan pendengaran dianggap berat bila berada pada kisaran 71 – 90 dB. Orang dengan gangguan pendengaran berat mengalami kesulitan mendengar pidato, meskipun mereka dapat mendengar suara keras, seperti suara truk yang lewat atau pesawat lepas landas.
Jenis Gangguan Pendengaran
Ada tiga jenis utama dari gangguan pendengaran:
  1. Gangguan pendengaran konduktif terjadi dari masalah di liang telinga.  Gendang telinga atau telinga tengah tidak dapat mengirimkan suara secara efektif ke telinga bagian dalam. Masalah ini dapat disebabkan oleh infeksi telinga, tumor, atau benda (seperti penumpukan lilin) di telinga.
  2. Kehilangan pendengaran sensorineural seringkali disebabkan oleh kerusakan sel-sel rambut di telinga bagaian dalam. Penyebab potensial lainnya termasuk kerusakan pada saraf atau otak 8. Jenis gangguan pendengaran sering disebabkan oleh usia-terkait perubahan saraf dan sel-sel sensorik dari telinga bagian dalam.
  3. Gangguan pendengaran campuran adalah kombinasi dari gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural, yang berarti bahwa mungkin ada kerusakan di telinga luar atau tengah, serta di telinga bagian dalam (koklea) atau saraf pendengaran. Kehilangan pendengaran campuran dapat disebabkan oleh cedera kepala, infeksi kronis, atau kelainan bawaan.
Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi satu atau kedua telinga. Hal ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau secara bertahap memburuk dari waktu ke waktu. Jika Anda mengalami gangguan pendengaran mendadak, segeralah temui dokter Anda.
Penyebab Gangguan Pendengaran
Pada pendengaran normal, gelombang suara masuk ke telinga bagian luar Anda. Suara kemudian melakukan perjalanan melalui telinga ke koklea, yang berupa tabung berisi cairan. Saat cairan bergetar, ribuan rambut halus ikut bergerak dan mengubah getaran suara menjadi impuls saraf. Impuls tersebut kemudian dikirim ke otak Anda di mana mereka akan diproses menjadi suara yang dapat Anda kenali.
Gangguan pendengaran terjadi ketika ada masalah dengan struktur telinga yang terlibat dalam proses pendengaran. Setiap kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran berat:
  • Usia. Pada lansia, struktur di telinga menjadi kurang elastis. Rambut-rambut halus rusak dan kurang mampu merespon gelombang suara. Gangguan pendengaran dapat berkembang selama beberapa tahun.
  • Suara keras. Paparan suara keras – misalnya, dari alat-alat listrik, pesawat terbang, senjata api, atau dari mendengarkan musik keras pada earphone dapat merusak sel-sel rambut di koklea. Parahnya kerusakan tergantung pada tingkat kenyaringan suara dan lamanya mendengar suara tersebut.
  • Infeksi telinga. Saat infeksi telinga terjadi,  cairan menumpuk pada bagian telinga tengah. Biasanya gangguan pendengaran karena infeksi telinga, bersifat ringan dan sementara. Namun, jika infeksi telinga tidak diobati, mereka dapat menyebabkan gangguan pendengaran berat dan jangka panjang.
  • Lubang pada gendang telinga. Infeksi telinga, suara keras, trauma kepala, atau tekanan kuat di telinga saat terbang dalam pesawat atau melakukan scuba diving dapat membuat lubang di gendang telinga – membran yang memisahkan saluran telinga dan telinga bagian tengah. Ini biasanya menyebabkan kehilangan pendengaran ringan atau sedang kecuali ada beberapa masalah lain.
  • Penyakit atau infeksi. Campak, gondok, meningitis, dan penyakit Meniere adalah contoh-contoh beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Tumor. Tumor, baik yang jinak maupun ganas dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang parah. Ini termasuk neuroma akustik (schwannoma vestibular) dan meningioma. Orang yang memiliki tumor mungkin juga mengalami mati rasa atau kelemahan pada wajah dan dering di telinga.
  • Sebuah benda asing di telinga. Ketika benda terjebak di telinga, mereka dapat memblokir pendengaran. Kotoran telinga – substansi, tebal lengket yang biasanya mencegah bakteri dan zat asing lainnya dari memasuki telinga – kadang-kadang dapat menumpuk dan mengeras di telinga, mematikan kemampuan untuk mendengar.
  • Cacat telinga. Beberapa orang dilahirkan dengan struktur telinga yang tidak normal, yang mencegah mereka dapat mendengar dengan baik
  • Trauma. Cedera seperti patah tulang tengkorak atau gendang telinga tertusuk dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang parah.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat, termasuk kelas aminoglikosida antibiotik (streptomycin, neomisin, kanamisin),  aspirin, obat kemoterapi (cisplatin, carboplatin), Vicodin (dalam jumlah besar), antibiotik makrolida (eritromisin) dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Kadang-kadang efek ini bersifat sementara dan pendengaran akan kembali setelah Anda berhenti minum obat, tetapi dalam banyak kasus gangguan pendengaran menjadi permanen.
  • Gen. Para ilmuwan telah mengidentifikasi gen tertentu yang membuat orang lebih rentan terhadap gangguan pendengaran yang parah, terutama yang berkaitan dengan usia gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran genetik sering dimulai dengan gangguan pendengaran yang didiagnosis saat lahir
http://dokita.co/blog/kehilangan-pendengaran-penyebab-dan-gejalanya/

Jumat, 20 Juni 2014

Kelainan atau penyakit telinga


  1. KELAINAN
    ATAU PENYAKIT TELINGA LUAR
  1. MIKROTIA
  • Pengertian
    :
Mikrotia merupakan kelainan
kongenital pada daun telinga, dimana daun telinga tidak terbentuk
atau kecil. Kelainan daun telinga ini dapat disertai dengan tidak
terbentuknya liang telinga (atresia).
  • Penyebab
    :
Gangguan pada perkembangan
arkus brakial
pertama dan kedua
  • Gejala/tanda
    klinis
Gejala atau tanda klinis pada
telinga luar dapat dengan mudah dikenali, terlihat adanya perbedaan
bentuk dan ukuran pada daun telinga.



  1. Sumbatan
    Serumen
         Pengertian
:


Serumen ialah hasil produksi
kelenjar seruminosa yang terdapat di liang telinga luar yang berguna
untuk melicinkan dinding telinga dan mencegah masuknya serangga kecil
ke dalam liang telinga. Pada kondisi tertentu serumen akan menyumbat
liang telinga dan akan mengganggu.
          Penyebab
:


Faktor yang menyebabkan
serumen terkumpul dan mengeras di dalam telinga, antara lain:
  • Liang
    telinga sempit
  • Produksi
    serumen banyak dan kental

  • Adanya
    benda asing di liang telinga

  • Serumen
    terdorong oleh cotton bud

          Gejala/Tanda
klinis :


  • Pendengaran
    berkurang
  • Rasa
    nyeri akibat serumen yang keras membatu dan menekan dinding telinga

  • Telinga
    berdengung (Tinitus)
  • Pusing
    berputar (Vertigo)

          Penatalaksanaan :

  • Tes
    otoskopi untuk mengetahui bagaimana kondisi liang telinga serta
    serumen
  • Irigasi
    telinga
  • Jika
    serumen keras dikait dengan alat pengait



  1. Otitis
    Eksterna
  • Pengertian
    :

Radang liang telinga, yang
bisa disebabkan oleh bakteri, di kinik seringkali sulit dibedakan
peradangan yang disebabkan oleh penyebab lain seperti jamur, alergi
atau virus sebab seringkali timbul secara bersamaan. Berikut beberapa
jenis
otitis
ekterna
:

  • Otitis
    Eksterna Sirkumskripta/Furunkel (Bisul)
Merupakan infeksi folikel
rambut sehingga terjadi furunkel /bisul. Biasanya di sepertiga bagian
luar liang telinga.
  • Penyebab
    :
Biasanya terjadi karena sering
mengorek liang telinga sehingga terjadi trauma yang mengenai folikel
rambut. Maka banyak kuman yang akan meng-infeksi
  • Gejala/tanda
    klinis
Rasa nyeri yang hebat ketika
penekanan pada telinga, bahkan pada saat membuka mulut.
  • Penatalaksanaan
Dengan kondisi seperti ini,
lakukan tes otoskopi, tindakan yang diambil oleh dokter spesialis THT
yaitu dengan mengeluarkan nanahnya lalu diberikan antibiotika local
dalam bentuk salep seperti
polymixin
B atau bacitracin
.



  • Otitis
    Eksterna Difus Akut
Infeksi yang mengenai kulit
liang telinga 2/3 bagian dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis
(kemerahan) dengan tidak jelas batasnya.
  • Penyebab
    :

Kuman penyebabnya biasanya
golongan
Pseudomonas,
escheria coli dan staphylococcus albus.
Sering
terjadi setelah berenang.
  • Gejala/tanda
    klinis
Tampak liang telinga sempit,
dinding telinga merah, terdapat rasa nyeri, terkadang terdapat secret
yang berbau dan demam
  • Penatalaksanaan
Dengan kondisi seperti ini,
lakukan tes otoskopi, tindakan yang diambil oleh dokter spesialis THT
yaitu dengan kompres rivanol dengan meletakkan tampon di liang
telinga.



  1. Perforasi
    Gendang Telinga
Perforasi gendang telinga
adalah berlubangnya gendang telinga
Penyebab

  • Adanya
    tekanan yang tinggi di telinga tengah karena adanya sebagai akibat
    dari otitis media
  • Tertusuk
    benda keras seperti cotton bud, atau benda lainnya
  • Adanya
    trauma akustik karena bunyi yang terlalu keras
  • Trauma
    kepala
  • Perubahan
    tekanan udara secara tiba-tiba
Gejala/tanda
klinis


  • Pada
    pemeriksaan otoskopi terlihat gendang telinga berlubang
  • Terdapat
    gangguan pendengaran

  • Pada
    perforasi basah, penderita mengeluh sering merasa keluar secret dari
    telinga sedangkan pada perforasi kering pendenrita mengeluh sering
    ada angin yang keluar dari telinga
  • Tes
    audiometri terdapat gangguan jenis konduktif
Penatalaksanaan

  • Pasien
    dengan kondisi seperti ini dapat dirujuk ke dokter THT agar dapat
    diambil tindakan pengobatan maupun operasi “Timpanoplasti”
  • Pemasangan
    ABD untuk meningkatkan kualitas pendengaran




  1. KELAINAN
    ATAU PENYAKIT TELINGA TENGAH
  1. Gangguan
    Fungsi Tuba

  • Pengertian
Fungsi tuba terdapat 3 fungsi:
proteksi, ventilasi dan drainase. Jika terdapat salah satu fungsi
tersebut mengalami gangguan maka akan mempengaruhi fungsi dari
telinga tengah.
  • Penyebab

Gangguan fungsi tuba dapat
terjadi pada beberapa keadaan seperti alergi, infeksi sekitar muara
tuba, tekanan atmosfir secara tiba-tiba.
  • Gejala/tanda
    klinis

Adanya gangguan pendengaran,
terkadang disertai tinnitus. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan
perubahan warna, retraksi ke arah dalam, gerakan gendang telinga
terganggu.
  • Tes
    audiometri didapatkan jenis tuli konduktif
  • Hasil
    tes timpanometri tipe C

A.1 Tuba terbuka abnormal
Tuba terbuka abnormal adalah
tuba terbuka secara terus menerus , sehingga udara masuk ke telinga
tengah waktu bernapas.
  • Penyebab
Keadaan ini dapat disebabkan
oleh hilangnya jaringan lemak di sekitar mulut saluran tuba, sebagai
akibat turunnya berat bada yang hebat.
  • Gejala/tanda
    klinis
Keluhan pasien biasanya berupa
rasa penuh dalam telinga atau autofoni (gema suara sendiri lebih
keras). Sehingga dapat membuat penderita stress berat

A.2 Barotrauma
Keadaan dimana terjadi
perubahan tekanan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan tuba gagal
membuka
  • Penyebab
Perubahan tekanan di luar
telinga tengah yang tiba-tiba, seperti pada waktu menyelam ataupun
pada saat naik pesawat terbang
  • Gejala/tanda
    klinis
Keluhan pasien berupa kurang
dengar, rasa nyeri dalam telinga, autofoni, perasan ada air dalam
telinga dan terkadang disertai tinnitus dan vertigo
  • Penatalaksanaan
Dengan kondisi seperti ini
harus segera diambil tindakan oleh dokter spesialis THT dengan
memberikan dekongestan local atau dengan melakukan perasat valsava.
Usaha preventif untuk
mengatasi barotraumas adalah dengan selalu mengunyah permen karet
atau melakukan perasat valsava terutama saat pesawat mulai turun
untuk mendarat.

  1. Otitis
    Media
Peradangan sebagian atau
seluruh mukosa telinga tengah, saluran tuba, antrum mastoid dan
sel-sel mastoid.
B.1 Otitis Media Akut (OMA)
  • Pencetusnya
    adalah infeksi saluras pernafasan atas (ISPA), terjadi sumbatan
    saluran tuba karena fungsi tuba terganggu maka pencegahan invasi
    kuman ke dalam telinga tengah juga terganggu sehingga kuman masuk ke
    dalam telinga tengah dan terjadi peradangan.
  • Gejala/tanda
    klinis

Pada OMA ini terdapat beberapa
Stadium:
  • Stadium
    Oklusi Saluran Tuba
Pada stadium ini terlihat
adanya gambaran retraksi gendang telinga akibat terjadinya tekanan
negatif di telinga tengah karena adanya absorbsi udara atau perbedaan
tekanan udara di sekitar tubuh anda.

  • Stadium
    Hiperemis/Stadium Presupurasi
Pada stadium ini tampak
pembuluh darah yang melebar pada gendang telinga atau tampak pada
gendang telinga berwarna merah.
  • Stadium
    Supurasi
Pada stadium ini mulailah
terbentuk cairan pada rongga timpani (telinga tengah), penderita akan
merasakan sakit yang begitu hebat. Terlihat gendang telinga bulging
(menonjol kearah luar)
  • Stadium
    Perforasi
Karena beberapa sebab seperti
terlambatnya pemberian antibiotika maka dapat terjadi rupture gendang
telinga dan cairanpun keluar dari telinga tengah melalui gendang
telinga ke liang telinga.
  • Stadium
    Resolusi

Bila gendang telinga tetap
utuh, maka keadaan gendang telinga normal kembali. Bila sudah terjadi
perforasi maka secret akan berkurang dan akhirnya kering. Bila daya
tahan tubuh baik dan virulensi terhadap kuman rendah maka resolusi
dapat terjadi walaupun tanpa pengobatan.
  • Hasil
    tes audiometri akan menunjukkan jenis tuli konduktif
  • Hasil
    timpanometri pada stadium oklusi adalah tipe C (ada gangguan fungsi
    saluran tuba), sedangkan pada stadium berikutnya akan menjadi tipe B
    (adanya sesuatu pada telinga tengah)
  • Penatalaksanaan
  • Pada
    stadium oklusi

    pengobatan terutama bertujuan untuk membuka kembali saluran
    tubasehingga tekanan negatif di telinga tengah, untuk diberikan
    tetes hidung.
  • Pada
    stadium presupurasi

    terapi yang diberikan ialah antibiotika, obat tetes hidung dan
    analgetika.
  • Pada
    stadium supurasi

    disamping diberikan antibiotika, idealnya harus dilakukan
    miringotomi. Dengan miringotomi gejala-gejala klinis lebih cepat
    hilang
  • Pada
    stadium perforasi

    sering terlihat secret banyak keluar, pengobatan yang diberikan
    adalah obat cuci telinga H₂O₂ 3% selama 3-5 hari serta
    antibiotika yang adekuat.
  • Pada
    stadium resolusi

    maka gendang telinga akan berangsur normal kembali, secret tidak ada
    lagi dan perforasi gendang telinga akan menutup kembali.

  1. KELAINAN
    ATAU PENYAKIT TELINGA DALAM
  1. Tuli
    akibat bising
Secara umum bising adalah
bunyi yang tidak diinginkan, secara audiologik bising adalah campuran
bunyi nada murni dengan berbagai frekuensi. Bising yang berintensitas
85dB atau lebih dapat mengakibatkan kerusakan pada reseptor
pendengaran di rumah siput (Koklea). Frekuensi yang terganggu jika
mengalami tuli jenis ini adalah frekuensi 3000-6000Hz, namun yang
terberat pada frekuensi 4000Hz.
Penyebab

Paparan bising yang
berlangsung lama dilingkungan kerja, selain itu ada beberapa hal yang
mempermudah seseorang menjadi tuli akibat bising ini, yaitu:
  • Intensitas
    bising yang tinggi
  • Frekuensi
    yang tinggi

  • Lama
    pajanan bising

Usia

  • Pernah
    mendapat terapi ototoksik
  • Ketahanan
    tubuh seseorang
Gejala/tanda
klinis


  • Keluhan
    pendengaran dapat diseertai tinnitus atau tidak
  • Sulit
    menangkap percakapan pada kekerasan biasa dan bila sudah berat suara
    yang keraspun sulit di tangkap
  • Pasien
    yang datang diketahui pernah bekerja dilingkungan bising selama 5
    tahun atau lebih
  • Hasil
    audiometri nada murni didapatkan tuli sensorineural dengan penurunan
    pada frekuensi 3000-6000Hz, sering terdapat takik (Notch) pada
    frekuensi 4000Hz
Penatalaksanaan

  • Penderita
    sebaiknya dipindahkan di tempat dia bekerja yang terlalu bising,
    atau memakai alat pelindung telinga
  • Menggunakan
    ABD yang sesuai dengan kebutuhan penderita

  1. Tuli
    Akibat Ototoksik
Tuli karena mengkonsumsi obat
yang bersifat racun
Penyebab

Obat-obatan yang bersifat
meracuni telinga /ototoksik ada beberapa macam, yaitu:
  • Obat-obatan
    golongan aminoglikosida/antibiotika yang biasanya diberikan jika
    pasien yang infeksi, termasuk obat ini adalah streptomisin,
    Neomisin, kanamisin, Gentamisin, Tobramisin, dll
  • Obat-obatan
    Loop Diuretics
  • Obat-obatan
    anti inflamasi
  • Obat
    anti malaria

  • Obat
    anti tumor
  • Gejala/tanda
    klinis
  • Tinitus,
    yang disebabkan ototoksik memiliki cirinya kuat dan bernada tinggi
    berkisar 4000Hz sampai 6000Hz

  • Tuli
    Sensorineural dapat bersifat unilateral dan bilateral, derajatnya
    dari ringan sampai ringan sampai berat.
  • Terkadang
    terdapat gangguan keseimbangan

Penatalaksanaan

  • Bila
    pada waktu pemberian obat-obat ototoksik terjadi gangguan
    pendengaran sensorineural
  • Pemasangan
    ABD yang tepat



  1. Presbikusis
Tuli akibat usia lanjut
(Proses degeneratif)
Penyebab

  • Perubahan
    proses degeneratif pada telinga dalam diduga berhubungan dengan
    faktor-faktor seperti pola makanan, metabolism tubuh, infeksi,
    bising, dan gaya hidup
  • Proses
    penurunan fungsi pendengaran menyebabkan perubahan pada struktur
    koklea dan saraf VIII (saraf pendengaran), seperti penurunan fungsi
    pada sel-sel rambut di dalam rumah siput.
Gejala/tanda
klinis


  • Tampak
    gendang telinga suram
  • Tes
    Audiometri terdapat gangguan sensorineural ringansampai berat pada
    nada tinggi, biasanya bilateral, konfigurasi audiogram cenderung
    menurun.
  • Dapat
    mendengar suara percakapan tetapi tidak mengerti percakapan

  1. Tinitus

Gangguan pendengaran dengan
keluhan perasaan mendengar bunyi tanpa adanya rangsangan bunyi dari
luar. Keluhan dapat berupa bunyi mendengung, mendenging, menderu,
atau mendesis.
Penyebab

  • Terpapar
    bising yang terus menerus
  • Akibat
    obat-obatan yang dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus
  • Hipertensi
  • Adanya
    neuroma akustik
Gejala/tanda
klinis


  • Penderita
    mengeluh selalu ada suara didalam kepala atau telinganya meskipun
    tidak ada stimulus suara diluar

  • Terjadi
    penurunan pendengaran dari derajat ringan sampai berat
Penatalaksanaan



  • Pemberian
    konseling psikologi agar penderita, makin lama makin bisa menerima
    kenyataan
  • Pemeberian
    stimulus elektro akusitk dengan intensitas suara yang lebih keras
    dari tinnitus-nya.

Jumat, 30 Mei 2014

Tau kah anda alat apakah ini???


Remote Control merupakan alat yang digunakan untuk mengatur volume control suara dan tombol program, alat ini sangat cocok digunakan untuk yang menginginkan hal yang praktis, tanpa harus menekan atau melepas alat bantu dengar serta yang sangat menginginkan tehnologi terkini dari aksesoris alat bantu dengar, untuk melihatnya dengan jelas, anda dapat menyaksikan video berikut ini :
lihatlah di menit ke 27, anda akan melihat fungsi sebenarnya dari remote control


Minggu, 11 Mei 2014

Sabtu, 19 April 2014

Gangguan Pendengaran Anak

Tindakan Preventif Gangguan Pendengaran Pada Anak Proses mendengar adalah proses yang sangat penting untuk aktivitas seseorang sehari-hari. Terlebih pentingnya perkembangan pendengaran pada anak-anak yang mempengaruhi faktor perkembangan bicara, bahasa, dan sosial-nya. 

BAYI DENGAN RESIKO TINGGI
* Riwayat gangguan pendegaran herediter
* Infeksi Intra-uterin: TORCH, sifilis
* Anomali kranio-fasial termasuk dengan kelainan bentuk daun dan liang telinga
* BBLR kurang dari 1500 gram
* Hiperbilirubinemia (Bayi Kuning)
* Pengobatan dengan obat ototoksik 
* Meningitis bakteri (Radang Selaput Otak)
* Apgar Score 0-4 dalam 1 menit dan 0-6 dalam 5 menit
* Menggunakan ventilasi mekanik selama 5 hari atau lebih
* Stigmata yang berhubungan dengan sindrom termasuk tuli sensorineural dan konduktif          

 

SKEMA SKRINING PENDENGARAN


Bayi baru lahir dalam Program EHDI (Early Hearing Detection & Intervention) sangat di rekomendasikan untuk mengidentifikasi ada / tidaknya gangguan pendengaran bayi yang baru lahir dengan / tanpa faktor resiko. Bermula dari pemeriksaan OAE (Oto Acoustic Emissions), Jika hasilnya PASS: Harus dilihat adanya faktor resiko / tidak Jika terdapat faktor resiko maka harus dipantau perkembangan Speech & Audiologinya per 6 bulan s/d 3 tahun Bermula dari pemeriksaan OAE (Oto Acoustic Emissions), Jika hasilnya Refer: Pada usia 3 bulan harus di lakukan pemeriksaan, seperti: Otoskopi  Timpanometri OAE (DPOAE) BERA Jika hasil “PASS” dari hasil pemeriksaan diatas tersebut, maka harus dipantau perkembangan Speech & Audiologinya per 6 bulan s/d 3 tahun Jika hasil “REFER” dari hasil pemeriksaan diatas tersebut, maka harus masuk tahap “AUDIOLOGY ASSESSSMENT” atau pemeriksaan audiologi lengkap seperti (BERA / ASSR) Lalu harus di “HABILITASI” pada usia 6 bulan 

KOMPONEN PERKEMBANGAN SISTEM PENDENGARAN
  • Peningkatan ambang respons minimum (nada murni, kata-kata, dan suara)
  • Perkembangan diskriminasi frekuensi (mampu membedakan bunyi dengan berbagai frekuensi)
  • Perkembangan resolusi frekuensi (Tuning Curve lebih tajam) Perkembangan resolusi temporal (mendeteksi jarak waktu antara dua bunyi berurutan) 
  • Peningkatan kemampuan mendeteksi target bunyi dengan adanya suara yang lain.

 
PERKEMBANGAN PROSES PENDENGARAN PADA ANAK
0-4 Bulan : Saat bayi tidur tenang, tiba-tiba terbangun ketika mendengar suara atau bergerak kaget ketika mendengar suara keras 4-7 Bulan: Bayi dapat menoleh bila mendengar suara
7-9 Bulan : Bayi dapat menoleh untuk mencari sumber suara bila diberi stimulus suara
9-13 Bulan : bayi dapat menoleh dan mencari suara yang datang dari arah belakang
13-24 Bulan : Anak dapat mendengar suara bila anda memanggil dari sebelah ruangan dengan langsung datang kepada anda 

RESPON BEHAVIORAL TERHADAP RANGSANG BUNYI SESUAI USIA
0-4 bulan : Bayi terjaga dari tidur dengan bunyi 90 dB SPL (ruang gaduh); 50-70dB SPL (ruang sunyi), Stimulus diberikan 3 inci dari telinga bayi lalu dipertahankan 2-5 detik dan respon terjadi dalam 2 detik (Valid).  3-4 bulan: Bayi mulai dapat menolehkan kepala ke arah bunyi 50-60 dB SPL
Usia 4-7 bulan : Terjadi perkembangan dengan pesat pada sistem visual dan motorik. Bayi dapat menoleh langsung ke bunyi 40-50dB SPL dari sisi samping (tidak bisa arah atas dan bawah)
Usia 7-9 bulan : Fase oral dan visual sangat berperan. Bayi dapat mencari lokasi bunyi 30-40dB SPL dari samping, kemudian menoleh ke arah bawah (Indirect Fixation)
Usia 9-13 bulan : Bayi sangat tertarik kepada lingkungan. Bayi dapat menoleh langsung ke bunyi 25-35dB SPL dari arah samping dan bawah
Usia 13-16 bulan : Anak dapat menoleh langsung ke bunyi 25-30dB SPL dari samping dan bawah, kemudian menoleh ke atas Usia 16-21 bulan: anak dapat menoleh langsung ke bunyi 25-30dB SPL dari arah samping, bawah dan atas
Usia 21-24 bulan : Anak dapat menoleh langsung ke semua sudut arah bunyi 25dB SPL    

KEKERAPAN GANGGUAN PENDENGARAN

 

* 2-4 dari 1000 anak lahir normal dengan tuli sensorineural; meningkat 10 kali jika dirawat di     NICU
* Insiden tuli sensorineural pada bayi prematur : 12%
* Bayi dengan hiperbilirubinemia mempunyai resiko 3% tuli sensorineural
* 50% penderita tuna rungu tidak mempunyai faktor resiko




Sumber : Metodologi Diagnostik Di bidang Audiologi (III) Audiologi Pediatri dan Elektrofisiologi oleh kelompok studi Neurotolodi PP Perhati-KL & Dep THT FKUI -RS Dr. Cipto Mangun kusumo Jakarta

Jumat, 11 April 2014

Coba alat bantu dengar bisa dirumah loch... coba sekarang....

Sulit Mendengar ??? segera pakai alat bantu dengar.. 

ingin coba alat bantu dengar di rumah anda ??? SEGERA DAFTAR yuk.... 


Minggu, 02 Maret 2014

alat bantu dengar share 1.2


Keluarga ada yang sulit mendengar??

         segera gunakan alat bantu dengar..
  
Sulit mendengar di tempat ramai ??

Pakai alat bantu dengar Full Digital share 1.2 suara lebih Jernih, dapat lebih nyaman berkomunikasi di tempat ramai


sayangi keluarga anda yang mengalami gangguan pendengaran dengan memberikan
alat bantu dengar, untuk hidup yang lebih baik...



coba alat bantu dengar di rumah anda sekarang, klik gambar dan daftar 



http://alatbantudengarku.com/daftarcobaalatdirumah.php


Jumat, 13 Desember 2013

Hubungi Kami


Hubungi Kami segera

Nama


Telpon / hp


Alamat


Pesan


Ketik ulang kata di bawah ini lalu klik Kirim Pesan





Powered byEMF Contact Form
Report Abuse




Sahabat terpercaya... Solusi masalah Pendengaran anda

Minggu, 07 Juli 2013

Panduan Untuk Membeli Alat Bantu Dengar


Dengan beberapa pertanyaan yang sering diajukan kepada kami, Kami mencoba mengerti informasi yang anda butuhkan, dibawah ini ada beberapa pertanyaan dan langkah-langkah yang harus diketahui jika anda ingin membeli alat bantu dengar,  Silahkan Klik jawaban yang ada untuk mendapatkan informasi atau jawaban yang lebih detail:
1. Untuk siapa alat bantu dengar yang akan anda beli ?
  • ANAK 8 tahun kebawah
  • DEWASA/ Anak yang dapat diajak komunikasi dengan baik walaupun non verbal (bahasa Isyarat)

2. Apakah sudah melakukan pemeriksaan pendengaran ?

3. Apakah Hasil Gangguan Pendengarannya? 

4. Dimana Lokasi anda yang dekat dengan Kami?

5. Apakah Anda ingin Konsultasi langsung ?
Facebook, Yahoo, SKYPE, BBM : 2691B52E ,   

6. Tidak Bisa datang ke Tempat kami??  Ingin pelayanan dirumah anda ?

7. Jika telah melakukan pemeriksaan, maka anda akan di berikan memilih alat bantu dengar yang sesuai dengan kebutuhan pemakai alat bantu dengar, apakah yang menggunakan alat bantu dengar biasa di tempat ramai atau lebih sering di rumah, jika sering keluar rumah kami menyarankan agar memilih alat bantu dengar digital, agar suara lebih jernih dan dapat meredam suara bising, maka anda dapat melihat di spesifikasi alat bantu dengarnya semakain besar chanelnya biasanya suara akan semakin jernih, dan harganya pun lebih mahal. pilih lah alat yang sesuai kebutuhan, ini akan membantu anda dalam setiap penggunaan alat bantu dengar.

8. Setelah pembelian alat bantu dengar telah di lakukan agar alat bantu dengar dapat lebih tahan lama atau tidak gampang rusak, rajin lah setiap 4 bulan sekali alat bantu dengar harus di service di tempat kami


Jumat, 05 Juli 2013

Harga alat bantu dengar


Alat Bantu Dengar Jenis Integra merupakan alat bantu dengar Analog yang bila digunakan dalam kondisi ruang sangat bising atau berada di luar ruangan kurang dapat meredam suara bising, berbeda dengan alat bantu dengar stage 73, stage 83, stage 93 walaupun belum terlalu jernih tetapi dengan 4 chanel yang dimiliki memberikan suara yang cukup jernih dan dengan harga yang lebih murah, jika dibandingkan dengan alat bantu dengar lainnya. ingin mengetahui cara menentukan alat bantu dengar.





Better Hearing Indonesia Merupakan Interton Authorized 



Untuk menentukan Alat bantu dengar yang tepat dengan gangguan pendengarannya baca artikel di bawah ini:
http://alatbantudengar.blogspot.com/2013/03/menentukan-alat-bantu-dengar.html


Cara menentukan Alat bantu dengar

Kamis, 04 Juli 2013

Gangguan Pendengaran


Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika hantaran suara melalui telinga luar atau  telinga tengah mengalami masalah yang diantaranya disebabkan oleh :

  1. Adanya serumen atau kotoran telinga
  2. Gendang telinga yang mengalami perforasi (bolong) akibat penggunaan cotton bud atau benda lainnya
  3. Infeksi telinga tengah yang menimbulkan ada cairan
  4. Diperkirakan 10 % dari kasus gangguan pendengaran yang terjadi merupakan gangguan pendengaran tipe Konduktif
  5. Dimana biasanya dapat mengakibatkan penurunan pendengaran derajat ringan sampai dengan sedang
  6. Gangguan pendengaran tipe konduktif seringkali dapat ditangani secara medis, bahkan banyak ditemukan pendengaran dapat kembali normal.

Pada kasus gangguan pendengaran tipe konduktif, volume suara yang didengar berkurang. Gejala-gejala gangguan pendengaran tipe konduktif adalah sebagai berikut :

  • Suka menaikan volume (diatas volume rata-rata orag dengan pendengaran normal) pada saat menonton TV ataupun mendengarkan radio.
  • Meminta lawan bicara untuk mengulang percakapan.
  • Merasa mendengar lebih baik di salah satu telinga.
  • Sulit mendengar percakapan melalui telepon.
  • Menganggap orang lain berbicara tidak jelas atau bergumam.
  • Tidak jelas mendengar suara percakapan.
  • Sulit mendengar ditempat bising

Pada kasus gangguan pendengaran tipe konduktif, ketika volume suara dinaikkan pada tingkat yang dibutuhkan, biasanya suara (percakapan) akan langsung terdengar lebih jelas dan sekaligus dapat dipahami.
Jadi jika seseorang yang mengalami gangguan pendengaran tipe konduktif sedang menonton TV kemudian ia menaikan volume TV tersebut maka pada umumnya orang tersebut dapat mendengar secara jelas.
Ada beberapa gejala yang timbul pada gangguan pendengaran konduktif seperti Merasakan sakit pada telinga, Keluar cairan dari telinga, Telinga merasa tersumbat tergantung dari penyebabnya.
ada kasus gangguan pendengaran tipe sensorineural, volume suara yang didengar juga berkurang dan hal tersebut menyebabkan bunyi maupun suara percakapan tidak dapat ditangkap dengan jelas.
Orang yang mengalami gangguan pendengaran tipe sensorineural kadang-kadang suka mengatakan bahwasanya mereka dapat mendengar orang berbicara tapi tidak dapat memahami seluruh kata-kata yang didengar.
Syukurnya, saat ini banyak teknik penanganan gangguan pendengaran yang baru dan lebih efektif dibanding sebelumnya, untuk membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran untuk mendengar lebih baik sehingga lebih produktif dalam mengisi kehidupan. 
Tinitus, dikenal sebagai bunyi mendenging yang berasal dari dalam telinga, seringkali terkait dengan adanya gangguan pendengaran. Tinitus juga didefinisikan sebagai bunyi denging ataupun bunyi bising lainnya yang terdengar dari dalam telinga ataupun kepala pada saat tidak ada suara dari luar. Tinitus dianggap bukan merupakan penyakit, namun sebuah gejala yang melatarbelakangi kondisi-kondisi yang terjadi pada telinga, syaraf pendengaran ataupun pada lokasi lainnya. Tinitus dapat dikategorikan ringan atau berat, jarang atau kronis. Penanganan suatu gangguan pendengaran, apakah itu dengan tindakan medis ataupun dengan pemakaian alat bantu dengar dapat mengurangi tinnitus. Saat ini Penanganan tinnitus yang baru dan efektif juga telah tersedia. Oleh karena itu sebuah pemeriksaan pendengaran yang menyeluruh adalah suatu langkah pertama yang penting dilakukan untuk menilai tingkat permasalahan dan penanganan tinitus.

Gangguan Pendengaran Tipe Sensori Neural
Gangguan pendengaran yang timbul akibat adanya masalah pada telinga bagian dalam disebut sebagai gangguan pendengaran tipe sensori neural / tuli syaraf. Diperkirakan 90 % dari total kasus gangguan pendengaran yang terjadi merupakan kasus sensorineural. Kasus ini paling sering terjadi akibat rusaknya sel-sel rambut bagian dalam. Dimana jika sel-sel rambut bagian dalam sudah rusak, sejauh ini ia tidak dapat memperbaiki sendiri ataupun dengan penangan medis.
Penyebab yang sering ditemukan pada gangguan pendengaran tipe sensori neural :

  1. Faktor genetik
  2. Sering terpapar bising
  3. Presbikusis (gangguan pendengaran yang terjadi karena menurunnya fungsi telinga bagian dalam seiring bertambahnya usia)

Penyebab lainnya dapat berupa :

  1. Konsumsi obat-obat yang berbahaya bagi telinga
  2. Tumor yang terjadi pada syaraf pendengaran
  3. Infeksi yang terjadi secara kongenital maupun dapatan seperti meningitis, mumps, dan sebagainya.
  4. Penyakit ginjal
  5. Penyakit saluran pernafasan

Dan Pada sebagian besar kasus, penyebabnya masih belum diketahui atau idiopatik. Gangguan pendengaran tipe sensorineural dapat menyebabkan kehilangan pendengaran dengan derajat ringan sampai dengan profound Lebih dari 95 % kasus gangguan pendengaran sensorineural dapat dibantu dengan menggunakan Alat Bantu Dengar dan Cochlear Implant

Gelombang suara dapat menemui hambatan disepanjang jalur pendengaran. Ketika gangguan pendengaran yang terjadi disebabkan adanya masalah pada telinga bagian luar/tengah dan telinga bagian dalam sekaligus maka disebut gangguan pendengaran tipe campur. Misalnya gangguan pendengaran tipe campur dapat terjadi pada seseorang yang sel-sel rambut bagian dalamnya mengalami kerusakan karena bertambahnya usia dan pada saat bersamaan orang tersebut juga mengalami infeksi pada telinga tengah akibat dari infeksi saluran pernafasan bagian atas.