Sabtu, 19 April 2014

Filled Under: , ,

Gangguan Pendengaran Anak

Share
gangguan pendengaran anak

Tindakan Preventif Gangguan Pendengaran Pada Anak Proses mendengar adalah proses yang sangat penting untuk aktivitas seseorang sehari-hari. Terlebih pentingnya perkembangan pendengaran pada anak-anak yang mempengaruhi faktor perkembangan bicara, bahasa, dan sosial-nya.

BAYI DENGAN RESIKO TINGGI
* Riwayat gangguan pendegaran herediter
* Infeksi Intra-uterin: TORCH, sifilis
* Anomali kranio-fasial termasuk dengan kelainan bentuk daun dan liang telinga
* BBLR kurang dari 1500 gram
* Hiperbilirubinemia (Bayi Kuning)
* Pengobatan dengan obat ototoksik 
* Meningitis bakteri (Radang Selaput Otak)
* Apgar Score 0-4 dalam 1 menit dan 0-6 dalam 5 menit
* Menggunakan ventilasi mekanik selama 5 hari atau lebih
* Stigmata yang berhubungan dengan sindrom termasuk tuli sensorineural dan konduktif          

SKEMA SKRINING PENDENGARAN


Bayi baru lahir dalam Program EHDI (Early Hearing Detection & Intervention) sangat di rekomendasikan untuk mengidentifikasi ada / tidaknya gangguan pendengaran bayi yang baru lahir dengan / tanpa faktor resiko. Bermula dari pemeriksaan OAE (Oto Acoustic Emissions), Jika hasilnya PASS: Harus dilihat adanya faktor resiko / tidak Jika terdapat faktor resiko maka harus dipantau perkembangan Speech & Audiologinya per 6 bulan s/d 3 tahun Bermula dari pemeriksaan OAE (Oto Acoustic Emissions), Jika hasilnya Refer: Pada usia 3 bulan harus di lakukan pemeriksaan, seperti: Otoskopi  Timpanometri OAE (DPOAE) BERA Jika hasil “PASS” dari hasil pemeriksaan diatas tersebut, maka harus dipantau perkembangan Speech & Audiologinya per 6 bulan s/d 3 tahun Jika hasil “REFER” dari hasil pemeriksaan diatas tersebut, maka harus masuk tahap “AUDIOLOGY ASSESSSMENT” atau pemeriksaan audiologi lengkap seperti (BERA / ASSR) Lalu harus di “HABILITASI” pada usia 6 bulan

KOMPONEN PERKEMBANGAN SISTEM PENDENGARAN
  • Peningkatan ambang respons minimum (nada murni, kata-kata, dan suara)
  • Perkembangan diskriminasi frekuensi (mampu membedakan bunyi dengan berbagai frekuensi)
  • Perkembangan resolusi frekuensi (Tuning Curve lebih tajam) Perkembangan resolusi temporal (mendeteksi jarak waktu antara dua bunyi berurutan) 
  • Peningkatan kemampuan mendeteksi target bunyi dengan adanya suara yang lain.
PERKEMBANGAN PROSES PENDENGARAN PADA ANAK
0-4 Bulan : Saat bayi tidur tenang, tiba-tiba terbangun ketika mendengar suara atau bergerak kaget ketika mendengar suara keras 4-7 Bulan: Bayi dapat menoleh bila mendengar suara
7-9 Bulan : Bayi dapat menoleh untuk mencari sumber suara bila diberi stimulus suara
9-13 Bulan : bayi dapat menoleh dan mencari suara yang datang dari arah belakang
13-24 Bulan : Anak dapat mendengar suara bila anda memanggil dari sebelah ruangan dengan langsung datang kepada anda

RESPON BEHAVIORAL TERHADAP RANGSANG BUNYI SESUAI USIA
0-4 bulan : Bayi terjaga dari tidur dengan bunyi 90 dB SPL (ruang gaduh); 50-70dB SPL (ruang sunyi), Stimulus diberikan 3 inci dari telinga bayi lalu dipertahankan 2-5 detik dan respon terjadi dalam 2 detik (Valid).  3-4 bulan: Bayi mulai dapat menolehkan kepala ke arah bunyi 50-60 dB SPL
Usia 4-7 bulan : Terjadi perkembangan dengan pesat pada sistem visual dan motorik. Bayi dapat menoleh langsung ke bunyi 40-50dB SPL dari sisi samping (tidak bisa arah atas dan bawah)
Usia 7-9 bulan : Fase oral dan visual sangat berperan. Bayi dapat mencari lokasi bunyi 30-40dB SPL dari samping, kemudian menoleh ke arah bawah (Indirect Fixation)
Usia 9-13 bulan : Bayi sangat tertarik kepada lingkungan. Bayi dapat menoleh langsung ke bunyi 25-35dB SPL dari arah samping dan bawah
Usia 13-16 bulan : Anak dapat menoleh langsung ke bunyi 25-30dB SPL dari samping dan bawah, kemudian menoleh ke atas Usia 16-21 bulan: anak dapat menoleh langsung ke bunyi 25-30dB SPL dari arah samping, bawah dan atas
Usia 21-24 bulan : Anak dapat menoleh langsung ke semua sudut arah bunyi 25dB SPL    

KEKERAPAN GANGGUAN PENDENGARAN

* 2-4 dari 1000 anak lahir normal dengan tuli sensorineural; meningkat 10 kali jika dirawat di     NICU
* Insiden tuli sensorineural pada bayi prematur : 12%
* Bayi dengan hiperbilirubinemia mempunyai resiko 3% tuli sensorineural
* 50% penderita tuna rungu tidak mempunyai faktor resiko




Sumber : Metodologi Diagnostik Di bidang Audiologi (III) Audiologi Pediatri dan Elektrofisiologi oleh kelompok studi Neurotolodi PP Perhati-KL & Dep THT FKUI -RS Dr. Cipto Mangun kusumo Jakarta

0 komentar:

Posting Komentar