Kamis, 04 Juli 2013

Gangguan Pendengaran


Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika hantaran suara melalui telinga luar atau  telinga tengah mengalami masalah yang diantaranya disebabkan oleh :

  1. Adanya serumen atau kotoran telinga
  2. Gendang telinga yang mengalami perforasi (bolong) akibat penggunaan cotton bud atau benda lainnya
  3. Infeksi telinga tengah yang menimbulkan ada cairan
  4. Diperkirakan 10 % dari kasus gangguan pendengaran yang terjadi merupakan gangguan pendengaran tipe Konduktif
  5. Dimana biasanya dapat mengakibatkan penurunan pendengaran derajat ringan sampai dengan sedang
  6. Gangguan pendengaran tipe konduktif seringkali dapat ditangani secara medis, bahkan banyak ditemukan pendengaran dapat kembali normal.

Pada kasus gangguan pendengaran tipe konduktif, volume suara yang didengar berkurang. Gejala-gejala gangguan pendengaran tipe konduktif adalah sebagai berikut :

  • Suka menaikan volume (diatas volume rata-rata orag dengan pendengaran normal) pada saat menonton TV ataupun mendengarkan radio.
  • Meminta lawan bicara untuk mengulang percakapan.
  • Merasa mendengar lebih baik di salah satu telinga.
  • Sulit mendengar percakapan melalui telepon.
  • Menganggap orang lain berbicara tidak jelas atau bergumam.
  • Tidak jelas mendengar suara percakapan.
  • Sulit mendengar ditempat bising

Pada kasus gangguan pendengaran tipe konduktif, ketika volume suara dinaikkan pada tingkat yang dibutuhkan, biasanya suara (percakapan) akan langsung terdengar lebih jelas dan sekaligus dapat dipahami.
Jadi jika seseorang yang mengalami gangguan pendengaran tipe konduktif sedang menonton TV kemudian ia menaikan volume TV tersebut maka pada umumnya orang tersebut dapat mendengar secara jelas.
Ada beberapa gejala yang timbul pada gangguan pendengaran konduktif seperti Merasakan sakit pada telinga, Keluar cairan dari telinga, Telinga merasa tersumbat tergantung dari penyebabnya.
ada kasus gangguan pendengaran tipe sensorineural, volume suara yang didengar juga berkurang dan hal tersebut menyebabkan bunyi maupun suara percakapan tidak dapat ditangkap dengan jelas.
Orang yang mengalami gangguan pendengaran tipe sensorineural kadang-kadang suka mengatakan bahwasanya mereka dapat mendengar orang berbicara tapi tidak dapat memahami seluruh kata-kata yang didengar.
Syukurnya, saat ini banyak teknik penanganan gangguan pendengaran yang baru dan lebih efektif dibanding sebelumnya, untuk membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran untuk mendengar lebih baik sehingga lebih produktif dalam mengisi kehidupan. 
Tinitus, dikenal sebagai bunyi mendenging yang berasal dari dalam telinga, seringkali terkait dengan adanya gangguan pendengaran. Tinitus juga didefinisikan sebagai bunyi denging ataupun bunyi bising lainnya yang terdengar dari dalam telinga ataupun kepala pada saat tidak ada suara dari luar. Tinitus dianggap bukan merupakan penyakit, namun sebuah gejala yang melatarbelakangi kondisi-kondisi yang terjadi pada telinga, syaraf pendengaran ataupun pada lokasi lainnya. Tinitus dapat dikategorikan ringan atau berat, jarang atau kronis. Penanganan suatu gangguan pendengaran, apakah itu dengan tindakan medis ataupun dengan pemakaian alat bantu dengar dapat mengurangi tinnitus. Saat ini Penanganan tinnitus yang baru dan efektif juga telah tersedia. Oleh karena itu sebuah pemeriksaan pendengaran yang menyeluruh adalah suatu langkah pertama yang penting dilakukan untuk menilai tingkat permasalahan dan penanganan tinitus.

Gangguan Pendengaran Tipe Sensori Neural
Gangguan pendengaran yang timbul akibat adanya masalah pada telinga bagian dalam disebut sebagai gangguan pendengaran tipe sensori neural / tuli syaraf. Diperkirakan 90 % dari total kasus gangguan pendengaran yang terjadi merupakan kasus sensorineural. Kasus ini paling sering terjadi akibat rusaknya sel-sel rambut bagian dalam. Dimana jika sel-sel rambut bagian dalam sudah rusak, sejauh ini ia tidak dapat memperbaiki sendiri ataupun dengan penangan medis.
Penyebab yang sering ditemukan pada gangguan pendengaran tipe sensori neural :

  1. Faktor genetik
  2. Sering terpapar bising
  3. Presbikusis (gangguan pendengaran yang terjadi karena menurunnya fungsi telinga bagian dalam seiring bertambahnya usia)

Penyebab lainnya dapat berupa :

  1. Konsumsi obat-obat yang berbahaya bagi telinga
  2. Tumor yang terjadi pada syaraf pendengaran
  3. Infeksi yang terjadi secara kongenital maupun dapatan seperti meningitis, mumps, dan sebagainya.
  4. Penyakit ginjal
  5. Penyakit saluran pernafasan

Dan Pada sebagian besar kasus, penyebabnya masih belum diketahui atau idiopatik. Gangguan pendengaran tipe sensorineural dapat menyebabkan kehilangan pendengaran dengan derajat ringan sampai dengan profound Lebih dari 95 % kasus gangguan pendengaran sensorineural dapat dibantu dengan menggunakan Alat Bantu Dengar dan Cochlear Implant

Gelombang suara dapat menemui hambatan disepanjang jalur pendengaran. Ketika gangguan pendengaran yang terjadi disebabkan adanya masalah pada telinga bagian luar/tengah dan telinga bagian dalam sekaligus maka disebut gangguan pendengaran tipe campur. Misalnya gangguan pendengaran tipe campur dapat terjadi pada seseorang yang sel-sel rambut bagian dalamnya mengalami kerusakan karena bertambahnya usia dan pada saat bersamaan orang tersebut juga mengalami infeksi pada telinga tengah akibat dari infeksi saluran pernafasan bagian atas.

0 komentar:

Poskan Komentar